Beranda Daerah VIRAL DI MEDSOS, BUPATI MINUT MENGAMUK DI GEREJA

VIRAL DI MEDSOS, BUPATI MINUT MENGAMUK DI GEREJA

3180
0
BERBAGI
Bupati VAP saat marah dihadapan warga jemaat di gereja GPDI dan aparat Kepolisian, Minggu 24/6/2018

KORANBANGKIT, MANADO.

Belum dapat dipastikan apa penyebab adanya insiden di sebuah gereja GPDI Barea yang dikabarkan bertempat di daerah Perkamil, Kota Manado, yang menggambarkan sosok Vonnie Anneke Panambunan (VAP)  yang merupakan Bupati Kabupaten Minahasa Utara (Minut), dalam sebuah video telah mengamuk kepada Jemaat yang hendak beribadah.

Dalam sebuah video berdurasi 5 Menit 56 Detik oleh sebuah akun atas nama Anita Rasyid di sosial media Facebook, tampak jelas suara VAP seakan mengamuk dan meneriaki jemaat.

Bupati yang seharusnya menjadi panutan ini, terdengar sangat marah . “Jemaat tidak boleh bergereja disini. Tidak boleh. Kalian Pendeta kurang ajar,” Sebut Vonnie pada durasi video 1 Menit 13 Detik.

Bupati saat itu terlihat hanya memakai pakaian daster dan sandal ini, tampak terlihat datang menggunakan Kendaraan Toyota Alphart warna putih dan dan dikawal oleh 1 petugas Polres Minut. Dalam orasinya kepada warga jemaat, kalau gereja tersebut adalah milik Ayahnya dan sertifikat (bukti kepemilikan) ada padanya.

Pada video kedua yang durasinya lebih pendek, terekam jelas kalau kemarahan Vonnie sudah mulai memuncak. Dikatakan Vonnie, bahwa dirinya sudah menghubungi Bapak Jhon Well, dan menurut Jhon Well, kalau Rita yang akan menjadi Pendeta. “Kalo ngoni nimau terima, nyanda apa-apa. Kemudian akan dikontrol oleh wilayah bukan MD. Dan kalau siapapun dan saya dan anak-anak tidak setuju. Kalau kalian tidak mau bergereja dan dimana, saya tidak tahu. Jangan bikin ricuh disini. Kalau anak -anak saya Daniel dan Shintya punya hak atas tanah dan bangunan gereja ini. Kalian mau apa sama saya, tidak boleh,” Teriak Bupati Minut yang langsung menuju salah satu jemaat untuk dipukuli. Hal tersebut jelas terdengar dalam rekaman video. Bahkan ada yang meneriaki untuk dituntut perbuatan yang dilakukan Vonnie.

Menurut salah satu jemaat yang hadir, insiden tersebut terjadi pada Minggu 24/6/2018. ” Kejadiannya pada hari Minggu. Bupati telah mencampuri mekanisme AD /ART gereja GPDI. Terlepas apapun alasannya, seorang bupati tidak pantas berlaku Arogan, Kasar, sumpah serapah didepan warga jemaat” jelasnya.

 

Christien/Rully

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here