Beranda Berita Utama Dirjen Tanggap Darurat BNPB Junjungan Tambunan: Pencairan Dana Berdasarkan Permohonan Bupati Minut

Dirjen Tanggap Darurat BNPB Junjungan Tambunan: Pencairan Dana Berdasarkan Permohonan Bupati Minut

727
0
BERBAGI

KORANBANGKIT. COM, MANADO.

Setelah penangkapan Dirjen Tanggap Darurat BNPB, Junjungan Tambunan (JT), Kasus korupsi proyek pemecah ombak di Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara yang merugikan keuangan Negara sebesar 8,8 Milyar, semakin ramai diperbincangkan di kalangan masyarakat Sulawesi Utara terlebih di Kabupaten Minahasa Utara. Dikarenakan ada beberapa nama kesohor yang diduga terlibat pada kasus ini, sehingga menjadi perhatian publik.

Terungkap pada fakta persidangan diantaranya Bupati Minahasa Utara (Vonnie Anneke Panambunan), adik kandung Bupati (Alex Panambunan), Mantan Kapolres Manado ( Rio Permana).

Keterlibatan oknum Bupati Minahasa Utara semakin santer di masyarakat, Pasalnya Dirjen Tanggap Bencana BNPB Republik IndonesiaI JT sudah di tahan kejati sulut karena menyalahgunakan wewenang mencairkan Dana Siap Pakai (DSP) BNPB yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Keterangan JT di persidangan yang di gelar Kamis 17/5/2018 di Pengadilan Tipikor Manado, mengungkapkan bahwa dirinya mencairkan dana tersebut berdasarkan surat permohonan dari Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, yang ditandatangani oleh Bupati VAP

” Setelah kami menerima permohonan yang di ajukan oleh Pemkab Minut, BNPB menurunkan tim sebanyak dua orang untuk mengkroscek kebenaran surat tersebut, kami merasa yakin karena ada surat peningkatan status siaga darurat bencana yang di tanda tangani oleh Bupati Vonie Anneke Panambunan. Kami tidak tau menahu jika surat tersebut adalah rekayasa. Yang mengetahui daerah itu terjadi bencana kan kepala daerahnya. “Tukas JT pada keterangannya di persidangan.

Ditambahkannya lagi bahwa pencairan Dana Siap Pakai (DSP) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik indonesia disesuaikan dengan penetapan Surat Keputusan (SK) Darurat Siaga Bencana yang ditandatangani oleh Bupati Minut Vonnie Anneke Panambunan.

Dan dalam proses pencairan serta pergeseran uang sesuai proposal yang di ajukan itu harus mendapat disposisi kuasa pengguna anggaran (KPA) BNPB Dodi Ruswandi.

Beberapa saksi yang dianggap penting dalam mengungkap kasus ini ternyata juga sudah menjadi perhatian majelis hakim. Majelis hakim yang menyidangkan kasus korupsi ini meminta kepada JPU untuk menghadirkan saksi diantaranya Rio Permana , Alex Panambunan dan Decky Lengkey.

Sementara itu JPU Bobby Ruswin mengatakan bahwa pihaknya akan segera membuat surat kepada Majelis Hakim, agar nama-nama yang sudah di panggil sebanyak 3 kali tapi masih mangkir untuk dibuatkan surat penetapan.
” Kami akan suguhkan surat ke majelis agar mendapat penetapan dari pengadilan guna proses eksekusi kepada mereka mereka yang mangkir dari panggilan jaksa selaku penyidik kasus ini. “Tegas Bobby.

Christien / Rully Tuuk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here