Beranda Berita Utama LSM BANGKIT INDONESIA DESAK KEJATI SEGERA JEMPUT PAKSA TERSANGKA, PADA KASUS KORUPSI...

LSM BANGKIT INDONESIA DESAK KEJATI SEGERA JEMPUT PAKSA TERSANGKA, PADA KASUS KORUPSI DANA SIAP PAKAI BNPB PROYEK PEMECAH OMBAK LIKUPANG TIMUR

502
0
BERBAGI
LSM Bangkit Indonesia saat aksi damai di Kejagung Jakarta, 28 September 2017 lalu.

 

KORANBANGKIT,  Manado.

Kasus Korupsi Dana Siap Pakai pada Proyek Pemecah Ombak Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara mendapatkan perhatian serius LSM BANGKIT INDONESIA.

Berdasarkan pantauan pada sidang kasus tersebut, sudah jelas ada pemeran utama dalam kasus pemecah ombak tersebut, diantaranya pengakuan pengakuan saksi dipersidangan sudah jelas ada keterlibatan oknum Bupati VAP Cs.

Saksi direktur CV. Manguni Makasiouw Minahasa mengatakan pada saat pertama kali ke lokasi proyek, ia melihat pekerjaan pembangunan sudah berjalan sekitar 40%. Dan untuk semua pencairan dana proyek harus melalui Pak Alex Panambunan (Adik Kandung Bupati). Ujar Niki Kanender.

Vicky Tewu selaku pengawas lapangan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) menjelaskan, saat turun ke lokasi proyek ditemukan bahwa jalannya proyek ini tidak dilaksanakan oleh Terdakwa RM alias Robby Moukar selaku pelaksana pekerjaan, melainkan oleh saksi bernama Dicky Lengkey.

Diketahui anggaran proyek ini sebesar 15 Milyar, berasal dari Pos Anggaran Dana Siap Pakai BNPB. Ketika dana ini dikelola tanpa melalui jalur tender, langsung mendapat perhatian dari berbagai kalangan LSM dan Ormas yang menjalankan fungsi sosial kontrol. Dan setelah di Audit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulut, terungkap kalau Proyek ini telah terjadi Kerugian Keuangan Negara sebesar 8,8 Milyar.

 

Ketua Umum LSM Bangkit saat ditemui pejabat penkum Kejagung di ruangan Kejagung Jakarta 28/9/2017

LSM Bangkit Indonesia dalam menjalankan Fungsi Sosial Kontrol, pada 28 september 2017 mendatangi gedung Kejagung RI dalam rangka mendesak Kejagung untuk segera perintahkan Kejati Sulawesi Utara menuntaskan Laporan Korupsi Dana Siap Pakai BNPB pada proyek tersebut dan alhasil tak lama berselang langsung ada penetapan tersangka.

“Untuk itu kami DPD Sulut LSM Bangkit Indonesia mendesak kepada Kejati Sulut agar segera menjemput Tersangka Junjungan Tambunan pada kasus korupsi pemecah ombak ini. “Ujar Christien Solemede.

Christien juga meminta agar supaya Kejati harus jeli dan Adil pada kasus ini dikarenakan Direktur Tanggap Darurat BNPB sudah ditetapkan sebagai Tersangka tapi sampai saat ini belum ditahan bahkan masih kerja menjalankan Jabatannya di BNPB Jakarta.

Kasipenkum Kejati Sulut , Yoni E malaka saat dikonfirmasi menyatakan tersangka JT beralasan masih ada tugas di Jakarta. “Surat dari kuasa hukum JT mengatakan jika JT tidak menghadiri pemeriksaan karena ada tugas.” Kata Malaka.

Dan Kejati harus menyusun ulang jadwal pemeriksaan terhadap JT. “Kita akan susun lagi jadwalnya” ucap malaka. Selanjutnya Yoni Malaka berharap JT bisa bersifat koorperatif dan menghadiri panggilan pemeriksaan sebagai tersangka. Karena kalo tdk bisa hadir akan di jemput paksa, kata malaka.

Yoni Malaka mengatakan JT ditetapkan sebagai tersangka karena menyalahgunakan wewenang nya dalam pencairan dana proyek pemecah ombak di Likupang. JT adalah orang yang berperan dalam mencaikan dana Rp. 15M pada proyek pemecah ombak di Kabupaten Minahasa Utara. Padahal,  JT tau bahwa di daerah tersebut tidak berpotensi bencana.

Pengakuan tersangka JT sangat dibutuhkan untuk mengungkap siapa aktor intelektual Proyek Pemecah Ombak Likupang Timur.

Rully Tuuk

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here