Beranda Investigasi DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KABUPATEN INDRAMAYU DIDUGA ADA PENYIMPANGAN DALAM...

DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KABUPATEN INDRAMAYU DIDUGA ADA PENYIMPANGAN DALAM TENDER PEMBANGUNAN WISATA AIR SUNGAI CIMANUK.

300
0
BERBAGI

 

KORANBANGKIT,  indramayu.

Pemerintahan Kabupaten Indaramayu melalui dinas PUPR melaksanakan kegiatan pekerjaan Pembangunan Wisata Air Sungai Cimanuk.

Pada angaran tahun 2017 di bulan 31 0ktober menurut Net LSPE kabupaten Indramayu PT SUMBER MEGA UTAMA kontrak kerja sebagai pemenang lelang tender paket pekerjaan Pembangunan Wisata Air Sungai Cimanuk. Dengan Anggaran Rp. 9.414.395.000,00.
Dalam lelang tender paket pekerjaan tersebut, PT SUMBER MEGA UTAMA selaku pemenang tender tunggal, dari mulai peserta yang lolos , penunjukan pemenang dalam keterangan NET LSPE Kabupaten Indramayu PT Sumber Mega Utama tertera sebagai satu satunya peserta yang lolos, dan pemenang lelang tender paket pekerjaan Pembangunan Air Wisata Sungai Cimanuk.
Menurut Informasi dan hasil tim Investigasi, pekerjaan tersebut kalau di cocokan dengan RAB pekerjaan tersebut dalam batas waktu kontrak kerja,  baru mencapai perkiraan 80% atau belum 100 % selesai. Tapi menurut keterangan informasi dari pihak kontraktor yang mengerjakan, bahwa pekerjaan tersebut sudah selesai 100% dan sudah di bayar 100%.
Di tahun 2018, kembali lanjutan Pembangunan Wisata Air Sungai Cimanuk Kabupaten Indramayu ( Lanjutan)( pagung terapung) dilanjukan, di kerjakan rekanan dinas PUPR Kabupaten Indramayu, PT RIZKY DIVA MULIA  dengan Angaran Rp. 5.817.591.000.000,00.
Dalam penanda tangan kontrak yang tertera dalam NET LSPE Kabupaten Indramayu tanggal 28 Pebruari.
Dari 28 peserta yang ikut lelang tender paket pekerjaan tersebut yang lolos, masuk sampai jadi pemenang lelang paket proyek pekerjaan Pembangunan Wisata Air Sungai Cimanuk Lanjutan PT RIZKY DIVA MULIA tertera pemenang tunggal.
Menurut hasil Investigasi dan keterangan dari masyarakat sebelum kontrak yang tertera dalam NET LSPE Kabupaten Indramayu pada tanggal 28 Pebruari 2018, kegiatan pekerjaan tersebut sudah ada pelaksanaan pekerjaan.
POKOK PERMASALAHAN :
1.Bahwa dalam lelang tender Paket Pekerjaan Pembangunan Wisata Air Sungai Cimanuk di duga Sudah di kondisikan.( Ada “kongkalingkong” dari pihak kontraktor ULP, PPK dan para pihak yang terkait)
2.Bahwa dalam lelang tender proyek Paket Pekerjaan Pembangunan Wisata Air Sungai Cimanuk pada tahun 2017 dan lanjutan tahun 2018 itu dari 28 peserta, yang lolos, masuk, sampai jadi pemenang tertera cuma satu, apakah dalam lelang proyek pemerintah di perbolehkan ada pemenang tunggal.
3.Bahwa dalam hasil investigasi dan keterangan dari beberapa pihak, pekerjaan pembangunan Wisata Air Sungai Cimanuk tahun anggaran 2017 yang di kerjakan rekanan dinas PUPR, PT. SUMBER MEGA UTAMA dengan Angaran Rp. 9.414.395.000,00, menurut keterangan para pihak terkait mengklaim pekerjaan tersebut sudah selesai 100% , dan sudah di bayar 100% tanpa ada masalah,
sedangkan dari hasil tim investigasi dan beberapa lembaga sosial kontrol yang mencocokan dengan RAB, pekerjaan tersebut belum 100% selesai.
4.Bahwa dalam pekerjaan pembangunan Wisata Air Sungai Cimanuk lanjutan yang di kerjakan dalam kontrak kerja yang tertera di NET LSPE pada tanggal 28 Pebruari sebagai pemenang Lelang tender pekerjaan tersebut sebagai rekanan dinas PUPR Kabupaten Indramayu penyedia jasa PT RIZKY DIVA MULIA dengan Anggaran Rp. 5.827.519.000,00, sebelum kontrak kerja pada tanggal 28 Pebruari, pelaksanaan pekerjaan tersebut sudah di mulai.
Semua permasalahan perlu di pertanyakan ada apa? 
Kesimpulannya :  Bahwa Pembangunan Wisata Air Sungai Cimanuk pada tahun Angaran 2017 dan 2018 pemerintahan Kabupaten Indramayu dari Dinas PUPR, dari mulai lelang tender paket pekerjaan tersebut diduga bermasalah, seperti dari 28 peserta lelang yang lolos, masuk, sampai penunjukan dan pemenang lelang cuma satu perusahaan alias pemenang lelang tunggal.
Dikaitkan dengan hasil pekekerjaan sesuai hasil Investigasi dan RAB dan keterangan para pihak terkait, bahwa dari pihak A itu pekerjaan sudah maksimal, sudah selesai 100% dan Pihak B pekerjaan itu tidak bermasalah sudah di bayar 100% dan hasil BPK pun tidak masalah.
Sedangkan menurut beberapa Lembaga yang menjalankan tugas sosial kontrol, pekerjaan tersebut belum 100% selesai. Diperkirakan baru mencapai 80%.
Dikaitkan dengan dengan pemenang lelang lanjutan pembangunan wisata air sungai cimanuk yang sudah di mulai pelaksaanan pekerjaan sebelum kontrak kerja pada tanggal 28 pebruari, dari beberapa pihak menduga ada indikasi untuk menutupi hasil pekerjaan yang pertama yang belum selesai.
Salah satunya ada kecenderungan penyelamatan perusahaan / kontraktor untuk menghindari kena sanksi Blaklist masuk daftar hitam.  “Karena kalau perusahaan / kontraktor sebagai penyedia jasa proyek pekerjaan pemerintah tidak bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak kerja akan di berikan sanksi dari mulai denda sampai masuk dalam daftar hitam / blacklist. “ujar sumber.
Tim Investigasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here